Artikel argumentasi

 

Artikel argumentasi, adalah artikel yang berisi gagasan atau teori mengenai sebab akibat suatu peristiwa. Artikel argumentasi, bertujuan meyakinkan pembaca mengenai suatu topik atau fenomena, dengan menyampaikan fakta yang logis dan objektif. Dalam artikel argumentasi, biasanya penulis mengambil satu sikap, antara mendukung atau tidak, untuk menanggapi suatu topik atau fenomena. Inilah contoh artikel argumentasi yang dikutip dari baraaksara.my.id.

Semburan lumpur panas yang terjadi di Porong, kecamatan Sidoarjo, merupakan bencana alam akibat kelalaian yang begitu menyeramkan bagi masyarakat sekitar. Semburan lumpur ini terjadi pada 27 mei, 2006. 

Hasil penelitian menunjukkan dampak sosial dari luapan lumpur lapindo antara lain: 

  • Menurunnya tingkat kesejahteraan petani tambak bandeng.
  • Berkurangnya lapangan pekerjaan.
  • Terjadinya mobilitas penduduk.

  • Menimbulkan konflik pada hubungan petani dan keluarganya.
  • Menurunnya pendapatan petani tambak bandeng.

Kerugian materiil yang diderita masyarakat pun tak main-main berupa: 

  • Tambak yang hilang dan rusak
  • Penurunan harga jual tanah, tambak dan rumah.
  • Menenggelamkan ribuan rumah penduduk dan kawasan persawahan. 

Sembilan tahun sudah semburan lumpur menebar keresahan. Namun, masyarakat korban lumpur lapindo belum mendapatkan ganti rugi yang sesuai. Ratusan kepala keluarga hidup segan, mati tak mau.

Artikel argumentasi, adalah artikel yang berisi gagasan atau teori mengenai sebab akibat suatu peristiwa. Artikel argumentasi, bertujuan meyakinkan pembaca mengenai suatu topik atau fenomena, dengan menyampaikan fakta yang logis dan objektif. Dalam artikel argumentasi, biasanya penulis mengambil satu sikap, antara mendukung atau tidak, untuk menanggapi suatu topik atau fenomena. Inilah contoh artikel argumentasi yang dikutip dari baraaksara.my.id.

Semburan lumpur panas yang terjadi di Porong, kecamatan Sidoarjo, merupakan bencana alam akibat kelalaian yang begitu menyeramkan bagi masyarakat sekitar. Semburan lumpur ini terjadi pada 27 mei, 2006. 

Hasil penelitian menunjukkan dampak sosial dari luapan lumpur lapindo antara lain: 

  • Menurunnya tingkat kesejahteraan petani tambak bandeng.
  • Berkurangnya lapangan pekerjaan.
  • Terjadinya mobilitas penduduk.

  • Menimbulkan konflik pada hubungan petani dan keluarganya.
  • Menurunnya pendapatan petani tambak bandeng.

Kerugian materiil yang diderita masyarakat pun tak main-main berupa: 

  • Tambak yang hilang dan rusak
  • Penurunan harga jual tanah, tambak dan rumah.
  • Menenggelamkan ribuan rumah penduduk dan kawasan persawahan. 

Sembilan tahun sudah semburan lumpur menebar keresahan. Namun, masyarakat korban lumpur lapindo belum mendapatkan ganti rugi yang sesuai. Ratusan kepala keluarga hidup segan, mati tak mau.


Komentar